Aku teringat dengan beberapa target yang telah menjadi acuanku kemudian. UTS kemarin tidak jadi masalah. Yang penting hari ini dan seterusnya. Kucoba berpikir positif dengan apa yang telah terjadi. Mungkin Sang Kuasa punya kuasa lebih dengan segala misterinya. Mungkin saja ketika aku mendapatkan sesuatu dengan mudah, itu malah jadi masalah.
Ah, lagi-lagi pikiran itu muncul lagi. Daripada berlarut tak keruan, lebih baik aku melakukan hal positif. Kebetulan di kosan sekarang sedang sepi. Aku bisa dengan leluasa melakukan hal apapun. Kuambil buku mimpiku. Buku janjiku dan segala pintaku.
Aku masih ingat aku punya 99 target lagi. Dan untuk target ke dua ini, aku inin menuliskan sesuatu yang belum pernah kupikirkan sebelumnya.
Target 2
Memajukan Madrasah Aliyah Se- Indonesia
Kau tahu kawan, dulu aku merasa sial masuk sekolah dengan notabene basis religius. Dulu, aku masu ke sana dengan perasaan terpaksa. Bapak sebelum meninggal berwasiat untuk masu sekolah itu. Sekolah yang kupikir tempat orang-orang aneh dengan pakaian serba besar.
Aku lebih senang berseragam pendek, dengan rok mini dan rambut dikuncir kuda. Pakai dasi, dan berseragam kompak. Tapi, apa mau dikata. Hatiku tak tega. Ingat Bapak.
Dan anehnya aku mulai jatuh cinta pada agama...
Rating
Comments: 6
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
tetap b'juang ya!!!
Klo bisa target hidup dicapai dari pada menyesal di hari tua!
Wah makasih banyak. Aku makin semangat ni buat melanjutkan target-target lainnya.
ayo terus berlayar........
masih banyak badai di depan
Aku sudah baca bagian pertamanya. Yang ini lebih baik dan menurutku akan lebih baik lagi kalau kau memberi paragraf sobat. Ada beberapa kata yang salah ketik. Terus lanjutkan sampai yang keseratus dan kuharap karanganmu semakin baik di setiap targetnya^_^.
good. wah, pasti kalau disatukan cerita ini jadi panjang banget.
100 coba, he..he..
wujudkan mimpi itu!