Di satu warung kopi suasana sangat sepi. Pemilik warung kopi sampai terkantuk-kantuk karena bosan sekali. Suasana begini, kalau tidak ada kesibukan, godaan untuk tidur sangat besar. Suara televisi sengaja dibuat besar, supaya pemilik warung kopi tidak mengantuk, namun tetap saja pemilik warung kopi tak bisa menahan kantuknya yang merajalela luar biasa. Setiap kepalanya hendak rebah kebawah, seketika itu juga kepalanya naik keatas. Menakjubkan.
hihihi.lucu ceritamu, walau aku bacanya cepad, karena sedikit pusing dengan penuturannya.
kukasi nilai 8, karena aku tertawa pagi ini saat membacanya. ut review banyak-banyak, kukira pikanisa telah menyebutkan ap yang sebenarnya tidak kupahami banget, dna mungkin tepad. hehehe
de-dot, aku akui, kamu lebih cocok jalan di prosa daripada di puisi...
wakakak... pelajaran puisi mu kacau balau siii..
back to topic, gimana ya?
oke aku akan berbicara sekuens, kamu memulai sekuens mu dengan melambat-berat dan semakin lama semakin cair-ringan, kemudian kamu kasih eksekusi yang menurutku ahhh... seperti kurang "tendangannya" gitu lo bob
menurutku ketika kamu pada sekuens ending, kamu masih terbawa-bawa gaya komedi kamu. G apa sihh... tapi cara meng-eksekusi mu jadi g matang.
klo aq prefer cara kamu bercerita semakin lama semakin mengerucut jadi pertama ringan-cair, abis gitu meningkat.. meningkat, meningkat dan kamu tutup dengan hentakan ending yang mengejutkan.
jadi kerasa ntar efeknya
*menurutku siii... hehhehe... lu tahu sendiri kan, aq ini org yg sok tahu
jadi maafkannnn
btw, idemu segar (ntar gw mo browse2 dulu, ada cerita sejenis kagak? ) * iri mode on
de-dot, aku akui, kamu lebih cocok jalan di prosa daripada di puisi...
wakakak... pelajaran puisi mu kacau balau siii..
back to topic, gimana ya?
oke aku akan berbicara sekuens, kamu memulai sekuens mu dengan melambat-berat dan semakin lama semakin cair-ringan, kemudian kamu kasih eksekusi yang menurutku ahhh... seperti kurang "tendangannya" gitu lo bob
menurutku ketika kamu pada sekuens ending, kamu masih terbawa-bawa gaya komedi kamu. G apa sihh... tapi cara meng-eksekusi mu jadi g matang.
klo aq prefer cara kamu bercerita semakin lama semakin mengerucut jadi pertama ringan-cair, abis gitu meningkat.. meningkat, meningkat dan kamu tutup dengan hentakan ending yang mengejutkan.
jadi kerasa ntar efeknya
*menurutku siii... hehhehe... lu tahu sendiri kan, aq ini org yg sok tahu
jadi maafkannnn
btw, idemu segar (ntar gw mo browse2 dulu, ada cerita sejenis kagak? ) * iri mode on
maksud kamu mo browse, mau cari tahu aku ini plagiat atau enggak..cibai..sialan ........
Aku ga pernah jadi plagiat
hemm,, sebenarnya aku ga bermaksud melucu. Sebenarnya aku nulis ini untuk menunjukkan ironi sesungguhnya. rapalan memanggil jelangkung adalah ironi tersendiri. datang tanpa diundang, pulang tidak diantar. seakan semua tanpa efek.Kenyataanya tak sesederhana itu.semua ada harganya.so, if someone try make connection with dark world, bersiaplah karena jejaknya akan berasa sampai mati. -kakak pernah baca Daud Tony?-
betul kata hiro, lebih baik samarkan kata itu atau ganti dengan ungkapan lubang hajat! (sama jijiknya sih)
tapi terkesan sastra( )
gaya penuturanmu awalnya membosankan. tapi semakin kesini jadi menyenangkan.
bersemangat kawan.
karena kamu tak minta poin jadi tak kukasih nilai.
Cerita ini ngingatin masa SD aq.
Horor digabung ama humor....(keren juga).
tp bener kata mas hiroka, kata2 yang "dan mensodomi..." menggngu bgt.
Hantunya kok gaul banget y???
tp bagus kok...,
*;-)*
Sebuah cerita yang berawal dari sakit kepala yang tak tertahan di malam-malam sunyi. SI Jay Langkung yang sok tahu, menuruhku menulis kisahnya tentang 2 orang tolol. Awalnya kutolak, namun dia memaksa, an men-sodomi anus-ku. AKu tak tahan, dan terpaksa menulisnya. sialnya, dia memaksa, bahwa semua yang dia tulis berdasarkan kata-kata yang keluar dari mulutnya.Aku, demi terpisah dari hantu laknat itu, terpaksa rela saja menurutinya. Silahkan nikmati cerita, dari hantu yang ingin jadi penulis. Percayalah aku sendiri,ketika membacanya kembali sangat muak.Muak.
dari: pria yang diancam memilih disodomi atau menulis
Lonceng
Tiap lonceng berdentang maka aku akan selalu mengingat Lomut. Lomut, sebuah nama yang dibuat seorang temanku yang aneh-atau kadang menurutk ... lanjut baca
Hari ini adalah hari ke-179, matahari begitu perkasa menguasai langit. Setiap hari sinarnya cerah, begitu panas seperti lidah api yang menjilat setia ... lanjut baca
Teng- teng..
Jam tua di ruang tamu, berdentang. Menyadarkan aku dari kesunyian. Begitu sunyi kurasakan, hingga bunyi terkecil pun kedengar di saat- ... lanjut baca
It is..
Rusty
Dusty
Rigidity
It is not iron, but you can call me boby
Hihihihi
apa ! apa !
kau tak suka puisi ini?
kusumpahi kau mati
a ... lanjut baca
"Kalau sampai kamu pindah agama! Jangan pernah lagi kamu tinggal disini..Lebih baik aku dihujam-mati hingga ribuan kali daripada harus mempunyai anak ... lanjut baca
Aku datang hari ini
Dengan seikat bunga rampai
Berharap kau tersenyum saat ini
Aku datang hari ini
Semoga kau lihat aku disini
Membersihkan rum ... lanjut baca
Dikandung dalam kesalahan
Dilahirkan dalam kemalangan
Haruskah aku menyerah saja?
Belajar berjalan dalam kebimbangan
Belajar berlari dalam ketak ... lanjut baca
"Bang, aku dengar pengggusuran didaerah kita ini memang jadi"
"Bah, Kau jangan macam Umit, jangan bikin isu yang ga betul lah kau!" Sergah Bang Om ... lanjut baca
"oi, Frank!" sapa Jack ramah pada Frank.
Frank yang botak dan berkumis caplang itu dengan garang menanggukkan dagunya,
sebagai penyambutan terhada ... lanjut baca
“Kopinya satu Mbak!”
Malam ini warung kopi simpang jalan cukup ramai. Mungkin karena malam minggu. Selain itu memang warung kopi ini terkenal d ... lanjut baca
Kulihati tiap detak jam yang kuletakkan di atas mejaku itu melaju dengan sangat lambat, seumpama ketiga jarum jam itu dengan malasnya melakukan tugasn ... lanjut baca
malam sepi angin berbisik
terdengar kabar tentang dia
hati perih teringat masa lalu
jiwa berteriak harapan berlalu
disatu bintang ku taruh ... lanjut baca
Sayang, Bulan baru saja bosan mengukur malam. Jadi
izinkan aku membuka tirai pagi. Lalu duduk di sini sejenak.
Menemanimu, memandangmu, dan
menjag ... lanjut baca
Betina kecilku berlari di dalam taman yang lara
ia tak mengerti dunia langkahnya
ia hanya tahu luasnya samudra tanpa mengerti seberapa jauh cahaya m ... lanjut baca
kita pernah melukis rindu pada rekahnya jingga
menyulam cinta pada gugurnya dedaun kerontang
disaksikan laba-laba bisu di sudut taman
dan pot ... lanjut baca
Pada pagi berharap awalan hari semoga tak kusut
Ketika siang mencoba lelapkan pada sesak sibuk
Sore menjelang peluh menyiratkan untuk henti
J ... lanjut baca
Diluar dugaan dan perkiraan. Kalau saja happy ending dimana dua protagonis kembali bincang2 di warkop...
hihihi.lucu ceritamu, walau aku bacanya cepad, karena sedikit pusing dengan penuturannya.
kukasi nilai 8, karena aku tertawa pagi ini saat membacanya. ut review banyak-banyak, kukira pikanisa telah menyebutkan ap yang sebenarnya tidak kupahami banget, dna mungkin tepad. hehehe
de-dot, aku akui, kamu lebih cocok jalan di prosa daripada di puisi...
wakakak... pelajaran puisi mu kacau balau siii..
back to topic, gimana ya?
oke aku akan berbicara sekuens, kamu memulai sekuens mu dengan melambat-berat dan semakin lama semakin cair-ringan, kemudian kamu kasih eksekusi yang menurutku ahhh... seperti kurang "tendangannya" gitu lo bob
menurutku ketika kamu pada sekuens ending, kamu masih terbawa-bawa gaya komedi kamu. G apa sihh... tapi cara meng-eksekusi mu jadi g matang.
klo aq prefer cara kamu bercerita semakin lama semakin mengerucut jadi pertama ringan-cair, abis gitu meningkat.. meningkat, meningkat dan kamu tutup dengan hentakan ending yang mengejutkan.
jadi kerasa ntar efeknya
*menurutku siii... hehhehe... lu tahu sendiri kan, aq ini org yg sok tahu
jadi maafkannnn
btw, idemu segar (ntar gw mo browse2 dulu, ada cerita sejenis kagak?
) * iri mode on
Aku ga pernah jadi plagiat
wakakakakakkakak lucu kali kaw ini bob...
hemm,, sebenarnya aku ga bermaksud melucu. Sebenarnya aku nulis ini untuk menunjukkan ironi sesungguhnya. rapalan memanggil jelangkung adalah ironi tersendiri. datang tanpa diundang, pulang tidak diantar. seakan semua tanpa efek.Kenyataanya tak sesederhana itu.semua ada harganya.so, if someone try make connection with dark world, bersiaplah karena jejaknya akan berasa sampai mati. -kakak pernah baca Daud Tony?-
betul kata hiro, lebih baik samarkan kata itu atau ganti dengan ungkapan lubang hajat! (sama jijiknya sih)
)

tapi terkesan sastra(
gaya penuturanmu awalnya membosankan. tapi semakin kesini jadi menyenangkan.
bersemangat kawan.
karena kamu tak minta poin jadi tak kukasih nilai.
Cerita ini ngingatin masa SD aq.
Horor digabung ama humor....(keren juga).
tp bener kata mas hiroka, kata2 yang "dan mensodomi..." menggngu bgt.
Hantunya kok gaul banget y???
tp bagus kok...,
*;-)*
dan mensodomi anus-ku.
kadang-kadang kata yang "disturbing" lebih baik dibuang ajah kalo ga pada tempatnya. menurutku ini malah mengganggu...
keep writing....
kunjungi juga punyaku..
salam sukses